>Persiapkan diri dengan senjata pistol

>Mafia narkotika internasional bisa jadi ingin membuat gangster di Indonesia seperti di Columbia, Brasil atau di Amerika Latin. Mereka melengkapi diri dengan senjata api (senpi), bahkan berani menembak polisi. Indikasi ini terlihat dengan ditangkapnya lima anggota jaringan narkoba yang mempersenjatai diri dengan empat senjata api.

Satu dari pelaku tersungkur dibedil petugas, sebelum lebih dulu menembak polisi. Dalam penangkapan itu, selain menyita berbagai jenis narkoba polisi juga mengamankan senjata api.

“Keseluruhan, kami menyita empat senjata api, 424 ekstasi, 52,13 gram shabu, dan 223 pil happy five yang seluruhnya senilai Rp 250 juta,” ujar Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Anjan Pramuka, Rabu (5/1). “Sindikat ini memang menguasai peredaran narkoba di Kemang. ” Empat pelaku yang dibekuk adalah, Erik, Mandy, Cara Lachele, Dodi dan Jovis.

SENJATA API

Menurut Kanit IV Direktorat Narkoba Mabes Polri, Kombes Pol Siswandi, narkotika dan senjata api adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. “Narkoba adalah termasuk kejahatan Transnasional dimana pelakunya akan menyingkirkan siapa saja yang menghalangi bisnis mereka,” jelas Siswandi.

Dalam kejahatan Transnasional atau kejahatan lintas negara, selalu melibatkan mafia internasional. Bagi mafia narkoba internasional, kata Siswandi, senjata api adalah senjata yang wajib dimiliki untuk menyelamatkan diri dan untuk melawan petugas.

Perlawanan pelaku narkoba pakai senjata api bukan tak pernah terjadi. Catatan Pos Kota, seorang anggota polisi, Bripka M Subur, Unit VI Ditnarkoba Polda Metro Jaya ditembak pengedar narkoba di Depok pada 19 Dsember 2010 saat melakukan penyergapan.

“Karena itu polisi harus bertindak tegas dalam menghadapi jaringan narkoba,” tambah Siswandi. Ia juga mengindikasikan, kartel-kartel narkoba di Indonesia bukan tak mungkin membangun jaringan kuat seperti di negara lain.

Iklan

Komentar ditutup.