>Golkar Bakal Gelar Pansus Gayus Tambunan

>Golkar Bakal Gelar Pansus Gayus Tambunan
Wednesday, January 19, 2011, 19:55

Curhat Gayus Tambunan soal rekayasa Satgas Mafia Hukum bakal berbuntut panjang. Fraksi Partai Golkar akan menggelar Pansus Gayus mafia pajak.

RENCANA tersebut dikemukakan Ketua DPP Partai Golkar Indra Bambang Utoyo, di Jakarta, Rabu (19/1/2011). Menurutnya, curhat Gayus soal sepak terjang Satgas Mafia Hukum membuktikan memang terjadi upaya pembusukan terhadap Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Partai Golkar melalui rekayasa isu Gayus Tambunan oleh Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum.

“Ini merupakan intrik yang sangat buruk, penzaliman yang tidak etis,” ujar Indra di Jakarta, Rabu (19/1/2011).

Terkait dengan hal tersebut, lanjut Indra, Partai Golkar meminta agar rekayasa kasus Gayus ditindaklanjuti oleh Fraksi Partai Golkar di DPR dalam bentuk pembentukan pansus.

‘’Dalam pansus tersebut, Partai Golkar akan berupaya mengungkap rekayasa isu Gayus, membuka data-data dalam kasus mafia pajak, yang tidak pernah diungkap dengan jelas dan untuk kemudian memroses hukum para pelakunya,’’ tegas Indra.

Tidak hanya itu, Indra juga menyatakan bahwa Partai Golkar akan menuntut penyidikan terhadap 151 wajib pajak yang diduga menggunakan jasa Gayus untuk mengurus masalah pajaknya.

Selama ini masyarakat hanya tahu bahwa kasus ini hanya melibatkan 3 perusahaan milik Aburizal Bakrie, yang ternyata melibatkan perusahan-perusahan besar lainnya, termasuk perusahaan asing.

“Kami juga akan kejar isu perusahaan Freeport yang dikeluarkan dari daftar tersebut,” katanya.

Sementara itu, anggota komisi III DPR, Nudirman Munir meminta Presiden SBY membubarkan Satgas. Kinerja Satgas yang dimotori Denny Indrayana itu tidak memaksimalkan kinerjanya, bahkan selalu memanfaatkan jabatan yang diembannya. Keterlibatannya dalam kasus Gayus Tambunan, sebagaimana disebut-sebut mafia pajak menjadi indikasi kuat bahwa kinerja Satgas kotor.

Karena itu, politisi Golkar ini meminta agar Presiden segera membubarkan Satgas. Publik sudah kecewa dengan kinerja institusi yang satu ini. Soal keterlibatan Satgas dalam pengalihan isu kasus mafia pajak, sebagaimana pengakuan Gayus, harus menjadi perhatian presiden untuk menuntaskan kasus ini.

“Pertemuan Satgas dengan Gayus di Singapura menunjukkan rekam jejak Satgas sudah kotor,” kata Nudirman di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (19/1/2011).

Maka itu, menurut Nudirman, sudah selayaknya Presiden SBY membubarkan intitusi Satgas. Untuk membubarkan Satgas, dikatakan Nudirman, Presiden harus mengeluarkan poin instruksi yang ke-13, selain 12 instruksi yang telah dipublikasikan sebagai upaya untuk menyelesaikan kasus mantan pegawai pajak ini.
http://www.google.co.id/url?sa=t&sou…9wjudA&cad=rja

Golkar Merasa Dizalimi Satgas Mafia Hukum
January 19, 2011 at 19:41

JAKARTA: Ketua DPP Partai Golkar Indra Bambang Utoyo, menegaskan curhat Gayus itu membuktikan memang terjadi upaya pembusukan terhadap Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Partai Golkar melalui rekayasa Satgas Mafia Hukum.

“Ini merupakan intrik yang sangat buruk, penzaliman yang tidak etis,” ujar Indra di Jakarta, Rabu (19/1).

Pernyataan Indra ini merupakan tanggapan atas pengakuan Gayus Tambunan seusai menerima vonis 7 tahun atas kasus mafia hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pada kesempatan itu Gayus menyebutkan bahwa kasus dirinya direkayasa oleh anggota Satgas Mafia Hukum Denny Indrayana untuk memojokkan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Terkait dengan hal tersebut, lanjut Indra, Partai Golkar meminta agar rekayasa kasus Gayus ditindaklanjuti oleh Fraksi Partai Golkar di DPR dalam bentuk pembentukan pansus. Dalam pansus tersebut, Partai Golkar akan berupaya mengungkap rekayasa isu Gayus, membuka data-data dalam kasus mafia pajak, yang tidak pernah diungkap dengan jelas dan untuk kemudian memroses hukum para pelakunya, tegas Indra.

Indra juga menyatakan bahwa Partai Golkar akan menuntut penyidikan terhadap 151 wajib pajak yang diduga menggunakan jasa Gayus untuk mengurus masalah pajaknya. Selama ini masyarakat hanya tahu bahwa kasus ini hanya melibatkan 3 perusahaan milik Aburizal Bakrie, yang ternyata melibatkan perusahan-perusahan besar lainnya, termasuk perusahaan asing. “Kami juga menanyakan isu perusahaan Freeport yang dikeluarkan dari daftar tersebut,” katanya.

Terakhir, Indra juga mempertanyakan pernyataan Gayus bahwa ada agen rahasia AS, CIA, yang terlibat dalam rekayasa ini. ” Apakah benar isu terlibatnya agen negara asing?” demikian Indra Bambang Utoyo. Ini bisa dipelajari bila dibuat pansus khusus di DPR
http://arsipberita.com/show/golkar-m…um-140900.html

————

Tadinya kasus Gayus ini mau di jadikan ‘counter attack’ atas manuver-manuver parpol koalisi seputar kasus Century. Ternyata apes, nyanyian Gayus betul-betul diluar dugaan Istana dan tim Satgasnya. Bahkan, kini GOLKAR punya kartu truf tambahan (selain kartu Century itu), yaitu kasus Gayus yang dipakai Istana memojokkan Bossnya, dan partainya …
politics, man! it’s politics ..

Iklan

Komentar ditutup.