>Jadi Oposisi Indah Kalau Presidennya Ragu-ragu

>Jakarta – Mantan Sekjen PDI Perjuangan, Pramono Anung mengaku menikmati perannya sebagai oposisi. Apalagi Presiden SBY dinilai sering ragu-ragu sehingga mudah digertak.

“Menjadi oposisi indah kalau presidennya ragu-ragu,” ujar Pram saat menerima penghargaan Charta Politika di Hotel Niko, Jl Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2011).

SBY menurut Pram juga penakut untuk beberapa hal. Hal ini juga menguntungkan pihak oposisi.

“Kalau kritik agak keras langsung dirangkul,” ujarnya sambil tertawa.

Pram membandingkan kepemimpinan JK dengan SBY. Menurutnya JK lebih tegas. JK pun lebih berani mengambil resiko.

“Kalau dulu Pak JK tancap gas terus. Jadi ada yang rem. Ada yang tancap gas, ada yang rem. Kalau sekarang dua-duanya rem semua,” terang pria berkacamata ini.

Dalam bekerja pun JK lebih taktis dan tidak banyak bicara. Berbeda dengan SBY. Contoh terakhirnya saat bencana Merapi.

“Pak SBY katanya mau beli ternak mau ini mau itu. Pak JK tanpa banyak bicara mengirim 3 alat yang langsung bisa turun naik,” puji Pram.

Pram menerima penghargaan sebagai tokoh politik oposisi pemerintah paling populer di media massa. Pram mengalahkan koleganya di PDIP, Gayus Lumbuun, Thahjo Kumolo dan Maruarar Sirait yang juga masuk sebagai nominasi.

Iklan

Komentar ditutup.