>Musim hujan ini dikhawatirkan harga beras akan naik lagi

>Musim hujan ini dikhawatirkan harga beras akan naik lagi, karena pasokan daerah berkurang.

VIVAnews – Sejumlah pedagang beras menyatakan operasi pasar Bulog sempat menekan harga beras untuk kualitas rendah. Namun, turunnya harga beras operasi pasar itu hanya bersifat sementara.

Jika operasi pasar untuk beras asal Vietnam dan Thailand berakhir, harga beras diperkirakan kembali naik.

Ayong (51), pemilik toko beras Sinar Jaya di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur menuturkan, “Harga beras lokal asli naik Rp100 per kilogram dalam dua hari terakhir, mulai Senin”.

Harga untuk beras kualitas pertama IR 64 naik dari Rp7.400 menjadi Rp7.500 per kilogram. Beras jenis Segon Bandung juga naik dari Rp8.300 ke Rp8.400 per kilogram.

Namun, jenis beras murah kualitas ketiga IR 64 harganya cenderung turun dari Rp6.600 menjadi Rp6.500.

Ayong menilai, turunnya harga beras kualitas rendah karena adanya operasi pasar beras dari Vietnam yang dilakukan Bulog. Toko beras miliknya juga menjual beras dari operasi pasar beras Bulog.

Dia menjual beras asal Vietnam dengan harga Rp5.800 per kilogram atau Rp290 ribu untuk ukuran 50 kilogram. Sementara itu, operasi beras asal Thailand dijual Rp6.700 per kilogram.

Beras operasi pasar ini cenderung diminati masyarakat menengah ke bawah karena lebih murah.

Menurut Ayong, operasi pasar beras dilakukan sejak awal Desember 2010 dan diperkirakan pertengahan Februari sudah tidak ada operasi pasar lagi.

Sementara itu, Haji Anwar Sayatin, pemilik Toko Beras At Tiin di Pasar Kramat Jati mengatakan, “Prediksi saya, karena sudah 30 tahun di dunia beras, harga beras akan naik lagi”.

Alasannya, pertama, karena beberapa bulan ke depan ada pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Sementara itu, mobil pengangkut beras seluruhnya berpelat hitam, bukan kuning.

“Otomatis biaya distribusi untuk transportasi pasti naik,” katanya kepada VIVAnews.com.

Kedua, bencana alam yang tidak dapat dihindarkan seperti gempa bumi, atau gunung meletus yang berdampak pada kerusakan lahan pertanian. “Hingga saat ini belum ada solusi mengenai penanggulangannya, sehingga dapat menyebabkan produksi pangan menurun,” tuturnya.

Ketiga, hingga saat ini belum ada perluasan lahan pertanian. Apalagi stok beras operasi pasar juga akan habis pada pertengahan Februari. “Selama Desember hingga pertengahan Januari sebenarnya harga naik. Tapi, karena ada operasi pasar, kenaikan bisa ditunda,” ujar dia.

Meski demikian, dia mengakui kenaikan harga yang tertunda sifatnya hanya sementara. “Kalau operasi pasar berakhir, pasti akan naik lagi,” katanya.

Ia juga mengkhawatirkan kondisi cuaca akhir-akhir ini menjelang perayaan Imlek yang terus-menerus hujan. “Musim hujan ini dikhawatirkan harga beras akan naik lagi, karena petani tidak bisa menjemur padi. Akibatnya pasokan dari daerah berkurang,” kata dia.

Saat ini, di tokonya, beras jenis IR kualitas pertama dijual Rp9.000 per kilogram. Untuk IR 64 kualitas kedua Rp7.000 per kilogram. Harga paling rendah Rp6.300 per kilogram untuk jenis IR 64 kualitas ketiga. Sementara itu, paling mahal Segon Setra Rp10.400 per kilogram.

Untuk beras operasi pasar asal Vietnam di Pasar Kramat Jati dijual Rp315 ribu per 50 kilogram. Di Pasar Induk Cipinang dijual Rp290 ribu untuk ukuran yang sama.

Iklan

Komentar ditutup.