>Sidang Kode Etik untuk AKP Sri Sumartini Digelar Pekan Depan

>Jakarta – Mabes Polri akan menggelar sidang kode etik dan profesi bagi anggotanya yang terlibat praktek mafia hukum. Pada sidang pertama akan dilakukan terhadap AKP Sri Sumartini yang terbukti menerima suap Rp 1,5 juta dan Rp 5 juta dalam kasus mafia pajak Gayus Tambunan.

“Mabes polri segera menggelar sidang kode etik dan profesi mulai pekan depan bertahap kepada anggota Polri yang terindikasi terlibat praktek mafia hukum,” ujar Kabag Penum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Minggu (23/1/2011).

Boy mengatakan jika diantara mereka yang di sidang memiliki cukup bukti untuk di proses pidana, maka
tidak menutup kemungkinan akan di sidik terhadap dugaan pelanggaran hukum pidana. Hukuman pidana yang saat ini yang sudah di proses yaitu Kompol Arafat di vonis 4,6 tahun penjara, AKP Sri Sumartini di vonis 2,6 tahun penjara dan Kompol Iwan Siswanto beserta 8 penjaga rutan yang berkasnya sudah di JPU.

Apakah yang pertama bu Sri Sumartini? “Iya” jawab Boy singkat.

Dalam catatan detikcom, ada 7 petugas polisi yang diduga melanggar kode etik dan displin terkait kasus Gayus. Mereka yakni, Kompol Arafat, AKP Sri Sumartini, AKBP Mardiyani, Kombes Pambudi, Kombes Eko, Brigjen Edmon Ilyas dan Brigjen Raja Erizman.

Sayangnya, sejak diusut Maret-April 2010, baru Kompol Arafat saja yang telah disidang dan divonis bersalah melanggar kode etik dalam sidang. Arafat akhirnya direkomendasikan untuk dipecat dari Kepolisian.

Sementara, dalam kasus mafia hukum, Arafat dan Sri Sumartini telah divonis masing-masing 5 tahun dan 2 tahun bui oleh Pengadilan Jakarta Selatan.

Belakangan, munculnya kasus plesiran Gayus ke Bali pada awal November, 9 petugas jaga termasuk Kepala Rutan Brimob Kompol Iwan Siswanto ditetapkan sebagai tersangka kasus suap. Saat ini berkas ke-9 tersangka masih P19 (belum lengkap).

Iklan

Komentar ditutup.