>Bayi Asal Indonesia Diselamatkan Dokter Israel

>Bayi Asal Indonesia Diselamatkan Dokter Israel
Senin, 24 Januari 2011 , 03:41:00 WIB

RMOL. Proyek kemanusiaan Save a Child’s Heart (SACH) yang berbasis di Israel, berhasil me*nyembuhkan seorang bayi pe*ngi*dap penyakit jantung pertama asal Indonesia. Proses penyem*buhan ini terbilang langka, karena mampu memecah dinding antara Muslim dan Yahudi.

Proses penyembuhan terhadap Kevin, bayi berusia 14 tahun asal Indonesia yang mengidap pe*nyakit jantung bawaan sejak delapan hari setelah kelahirannya itu, nampaknya menjadi kesem*patan SACH untuk tetap fokus pada peningkatan kualitas pela*yanan pediatrik bagi anak-anak dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kevin akhirnya menjalani ope*rasi yang keseluruhan beban biayanya ditanggung Komite Yahudi Amerika (AJC) pada 3 Januari lalu. Dokter pun optimis, Kevin akan pulih total. Di*sam*ping itu, mereka juga berharap, melalui kegiatan ini, akan ada pi*hak yang mengingat kebaikan orang-orang Israel.

“Membawa anak Muslim dari Indonesia ke Israel untuk operasi menyelamatkan jiwa men*con*tohkan kasih sayang dari orang-orang Israel dan standar tertinggi pelayanan kesehatan, yang me*reka bagi dengan perasaan bang*ga,” demikian Direktur Eksekutif AJC David Harris dalam siaran persnya kepada Rakyat Merdeka, Jumat (21/1).

Harris menambahkan, dalam semangat kemanusiaan, pihaknya akan terus mendukung misi AJC untuk memberi pemahaman po*sitif terhadap siapapun yang ingin melihat eratnya hubungan antar umat beragama di mata in*ter*nasional.

Kepala tim jantung SACH, Lior Sasson menimpali, Kevin adalah salah satu bayi yang ber*untung. Menurut dia, masih ba*nyak anak-anak penderita pe*nyakit jantung di belahan bumi yang belum mendapat perawatan yang berkualitas. Dukungan dari kelompok-kelompok seperti AJC, diakuinya, memungkinkan pi*haknya terus melanjutkan misi penanganan jantung. Terutama anak-anak agar bisa hidup sehat dan normal.

“Saya sangat senang untuk mengatakan bahwa saya meng*an*tisipasi bahwa Kevin akan baik-baik saja dan siap kembali ke rumah bermain dengan teman-te*mannya serta keluarga,” jelasnya.

Sejauh ini, SACH telah me*la*kukan penanganan kepada ham*pir 2.500 anak dari Afrika, Ame*rika Selatan, Eropa, dan Asia ter*ma**suk di seluruh Timur Te*ngah dan telah melatih 56 dokter dan pe*rawat dari sejumlah negara di Wolf*son Medical Center di Tel Aviv, sebuah kota metropolitan di Israel.

Selain melakukan pengobatan dan pelatihan di Israel, SACH juga membuka pintu bagi pihak manapun yang ingin bekerjasama dalam penanganan jantung pe*diatrik. Karena pada dasarnya, SACH dibentuk untuk memberi perawatan medis terbaik, tanpa memandang kewarganegaraan, agama, ras, jenis kelamin atau situasi keuangan
http://internasional.rakyatmerdeka.c…s.php?id=16002

Senin, 17/01/2011 12:53 WIB
Support Menkes, SBY Selalu Doakan dan Beri Izin Berobat ke China

Jakarta – Menteri Kesehatan Endang R Sedyaningsih melaporkan pertama kali sakit kanker paru yang dideritanya pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY pun mendukung dengan memberikan doa dan memberikan izin berobat ke luar negeri.

“Jadi sebagai bawahannya Bapak Presiden, pertama yang saya laporkan ke Bapak Presiden. Beliau sudah tahu dan bahkan mensupport. Dan tidak ada kelonggaran,” ujar Menkes Endang dalam jumpa pers di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (17/1/2011).

Endang pun bersyukur hingga hari ini, dirinya bisa menjalani proses pengobatan untuk sehat, tanpa mempengaruhi kinerja. Apalagi, Endang selalu dapat izin bila dirinya berobat ke Guang Zhou, China.

“Supportnya, Beliau mengizinkan kalau saya ke luar (negeri) dengan alasan ini (berobat). Dan beliau juga mengatakan ‘Bersama Ibu terus mendoakan’. Itu sangat berarti buat saya. Selain itu salah satu tim dokter Kepresidenan, juga ikut (ke luar),” jelas Endang.

Sebelumnya Endang membenarkan kabar bahwa dirinya menderita penyakit kanker paru.

“Dan memang, apa yang telah beredar di media, selama 1 minggu ini baik dari sumber resmi atau tidak, itu betul,” ujar Menkes Endang.

Saat jumpa pers, doktor dari Harvard School of Public Health, AS, ini mengenakan baju dinas safari coklat lengan panjang dan rok senada. Dia tampak sehat dengan rambut khasnya yang pendek. Dia mengumbar tawa dan senyum.
http://us.detiknews..com/read/2011/0…-china?9911012

————-

Kalau dalam dunia medis, biasa sajalah! Obat yang kita telan saja, hampir 90% di buat dari lisensi industri farmasi yang berasal dari dunia Barat yang non-muslim. Bahkan, Ibu Menkes saja ke China, berobat ke dokter-dokter China yang mungkin saja mereka ada yang atheis dan komunis. Sementara orang Israel, kalau dia yahudi, setidaknya dia beragama Samawi.

Iklan

Komentar ditutup.