>Demokrat: Pemerintah Sah Untuk Berbohong

>INILAH.COM, Jakarta – Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok tidak keberatan dengan tudingan para tokoh lintas agama bahwa pemerintah telah berbohong. Menurut Mubarok, politik kekuasaan memang dekat dengan kebohongan, dan kerap menggunakan kebohongan untuk melanggengkan kekuasaannya.

“Pemerintah dianggap berbohong. Jadi begini, politik itu memang sangat dekat dengan kebohongan,” ucap dia Mubarok dalam pembincangan dengan INILAH.COM, Jakarta, Minggu (23/1/2011).

Pada prinsipnya, ucap Mubarok, 9 poin yang disampaikan para tokoh lintas agama adalah benar. “Pemerintah memang melakukan rekayasa. Rekayasa itu bagian dari kebohongan juga kan. Itu sah saja dalam politik,” ucap dia.

Namun, sambung Mubarok, kebohongan yang dilakukan oleh pemerintah tentunya bermuara ke hal-hal positif demi kemaslahatan rakyat banyak. “Kebohongannya tidak absolut. Sama halnya dengan kebenaran yang disampaikan (pemerintah) juga tidak absolut,” ucap dia.

Mubarok menganalogikan kebohongan yang dilakukan pemerintah, seperti memberi makan kepada anak kecil yang sulit maka sang ibu tentunya harus merayu dan melakukan rekayasa agar anaknnya mau makan.

“Kita perlu rekayasa dan kebohongan untuk merayu anak kecil itu. Kira-kira seperti itu yang juga dilakukan oleh pemerintah,” ucap Mubarok mencontohkan.

Sebagaimana diberitakan, ada 9 kebohongan pemerintah versi tokoh lintas agama. Beberapa hal yang dianggap sebagai kebohongan pemerintah seperti bidang ekonomi, penegakan HAM, kasus lumpur Sidoarjo, kebebasan beragama, perlindungan terhadap pekerja migran dan pemberantasan korupsi. [bar]

Sumber:
http://nasional.inilah.com/read/deta…ntuk-berbohong

Iklan

Komentar ditutup.