>Pinguin purba

>Sebuah fosil pinguin dari Peru yang berusia 36 juta tahun, menunjukkan bahwa bulu dari burung tersebut berwarna oranye dan abu-abu, tidak seperti warna pinguin jaman sekarang yang berwarna hitam-putih, demikian laporan dari para ilmuwan.

Spesies dari pinguin purba tersebut bernama Inkayacu Paracasesnsis atau ‘Raja Air’. Pinguin purba tersebut tingginya sekitar 1,5 meter atau sekitar dua kali ukuran dari pinguin Emperor; pinguin terbesar jaman sekarang. Demikian seperti yang dikutip dari AFP, Sabtu (2/10/2010).

“Sebelum penemuan fosil ini, kita tidak punya bukti mengenai bulu, warna dan bentuk sayap pinguin purba. Kita memiliki banyak pertanyaan dan ini adalah kesempatan pertama kita untuk mulai menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut,” kata Julia Clarke, paleontolog dari University of Texas di Austin.
Berdasarkan sayap dan cetakan bulu pada fosil pinguin tersebut, menunjukkan bahwa adalah Inkayacu Paracasesnsis penyelam yang hebat.

“Sementara warna bulu yang mencolok pada pinguin purba tersebut mungkin dapat menjelaskan ekologi dan perilaku mereka saat itu,” ujar Jakob Vinther dari Yale University.

“Tapi secara keseluruhan, sangatlah asyik untuk bisa tahu warna bulu dari pinguin purba raksasa ini,” tambah Vinther.

Untuk mendeteksi warna dari pinguin ini, para ilmuwan mempelajari ukuran dan bentuk dari melanosome; sel biologis yang menghasilkan pigmen. Mereka membandingkan melanosom yang diambil dari fosil dengan arsip-arsip di laboratorium mereka tentang burung-burung jaman sekarang yang masih hidup, untuk merekonstruksi warna bulu dari fosil pinguin purba tersebut.
(srn)

sumber : okezone
s

Iklan

Komentar ditutup.