>Pos Kamling Kok Dipake Buat Ngegoyang ABG …

>NV (14), warga jalan Riau Gang Delima Pekanbaru mengaku disekap selama empat hari dan disetubuhi seorang pria melapor ke Komisi III DPRD Kota Pekanbaru.

Wanita cantik yang masih anak di bawah umur ini di Pekanbaru, Senin (24/1/2011) mengaku disekap sejak 10 Januari 2011.

Dia berjumpa pelaku yang mengku bernama Japang (22) di salah satu Mall. Karena dibujuk rayu, maka NV bersedia ikut dengan pelaku.

“Saya tidak tahu kenapa mau ikut saja dengan dia. Padahal baru kenal, bahkan setelah tiga hari berlalu sampai tidak ingat pulang,” ujar dia di Pekanbaru.

Dia sempat dibawa jalan-jalan oleh pelaku berkeliling kota dan akhirnya bermalam di rumah orang tua pelaku.

Gadis manis ini menambahkan, ia merasa dirinya telah dirayu, bahkan awalnya dirinya sempat diajak berhubungan.

“Pada awalnya saya menolak diajak begituan, namun ia (pelaku) memaksa hingga meraba-raba saya, dan hubungan badan itu terjadi setelah hari kedua di pos kamling setelah satu hari pindah dari rumah orang tua pelaku,”ujarnya.

Diakui NV, ia tersadar pada malam harinya, yakni hari kedua di salah satu pos kamling Kelurahan Padang Terubuk, sudah dalam keadaan disetubuhi pelaku di pos Kamling tersebut pada pagi harinya.

“Yang bisa saya lakukan waktu itu, hanya berusaha meloloskan diri,” kata dia.

Keesokan harinya, tepatnya Kamis (13/1/2011), korban berusaha pulang. Namun baru saja akan pulang, korban diancam agar tidak melaporkan hal itu ke polisi.

Begitu juga setelah mendatanggi rumah pelaku, orang tua pelaku mau bertanggung jawab, asalkan anaknya mau menikah.

“Bagaimana mau dinikahkan, sementara kita berlaian kepercayaan,” kata orang tua NV, Leni.

Kepasrahan Leni, yang merasa kehilangan anaknya di perpanjang ketika laporan pada Rabu (12/1/2011) kurang direspon pihak Polresta Pekanbaru.

“Saya telah laporkan sebelumnya, bahkan ketika NV pulang ke rumah juga telah dilaporkan bahwa anak saya telah kembali, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya,” katanya.

Sementara itu ketua Komisi III DPRD Kota M Sabarudi saat dimintai tanggapannya mengatakan, akan menindak lanjuti laporan ini sesuai proses hukum.

“Kita akan minta keterangan aparat kepolisian sejauh mana proses hukum yang sudah dilakukan karena hal ini telah dilaporkan korban ke pihak yang berwajib. Namun jika prosesnya belum berjalan kita akan dampingi korban hingga selesai proses hukum,” katanya.

Sumber : http://regional.kompas.com/read/2011…di.Pos.Kamling

Iklan

Komentar ditutup.