>SBY Akan Diberi Hibah Sebilah Keris Sakti

>Kalau melihat usianya, Kusno Hadi (63), warga Jalan Janti, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Malang ini terbilang tak muda lagi. Namun soal semangat hidup, pria yang satu ini tak mau kalah dengan orang-orang muda pada jaman sekarang. Itulah yang diungkapkannya saat mampir ke Mapolresta Pasuruan untuk menitipkan becaknya yang unik, dengan aksesoris gambar garuda dan bendera merah putih.

“Saya sejak 15 hari lalu saya sendirian mengayuh becak dari Malang ke rumah orang tua di Lombok, NTB untuk pamitan hendak pergi ke Jakarta. Tetapi, saya baru sadar kalau KTP saya justru ketinggalan di rumah. Makanya, ketika sampai di Pasuruan saya titipkan becak ini ke kantor polisi dan mau pulang ke Malang dulu naik bus untuk mengambilnya,” kata Kusno Hadi, pria yang mengaku memiliki 23 cucu dan 12 anak kepada wartawan, Selasa (25/1/2011).

Setelah sampai di Jakarta nanti, selanjutnya dia akan menghadap presiden Susilo Bambang Yudoyono untuk memberikan hadiah yang merupakan amanah dari neneknya Sawabi. Hadiah itu sendiri adalah berupa sebilah keris yang bernama Junjung Derajat. Menurutnya, keris Junjung Derajat milik neneknya memang pantas dimiliki oleh seorang presiden karena derajatnya yang tinggi di mata rakyat pada umumnya.

“Perjalanan saya ke istana untuk memberikan keris amanat nenek ini merupakan yang keenam kalinya. Sebelumnya, saya sudah lima kali ke Jakarta untuk bertemu presiden dengan mengayuh becak namun selalu gagal. Mulai dari presiden Soeharto hingga presiden SBY sekarang. Ya saya berharap perjalanan terakhir ini berhasil bertemu presiden. Karena perjalanan yang terakhir, saya buka keris ini dan saya tunjukkan kepada Anda,” ungkapnya.

Diungkapkan Kusno, lantaran demi menunaikan sebuah wasiat neneknya, dirinya pun merasa mempunyai tanggung jawab dan utang untuk melaksanakannya meski dirinya sendiri tidak mengetahui secara pasti khasiat keris Junjung Derajat tersebut. “Wasiat nenek yang diturunkan kepada bapak saya, Arjono dan kemudian kepada saya adalah bahwa keris Junjung Derajat ini harus diberikan kepada presiden,” terangnya.

Tak hanya sekali ini dirinya berpetualang dengan mengayuh becak, namun pada tahun 1988 silam Kusno juga pernah keliling Indonesia dengan becaknya. “Bahkan saya pernah dianggap orang gila, hanya karena tidur di becak dengan aksesoris seperti ini. Pokoknya, kalau yang terakhir ini saya gagal bertemu presiden untuk memberikan keris Junjung Derajat ini,” pungkasnya. [bec/but]
s

Iklan

Komentar ditutup.