>Persebaya (buatan PSSI) Ditinggalkan Penonton

>Kualitas tim berbanding lurus dengan kuantitas penonton. Hal ini terbukti dari minimnya dukungan penonton atas tim Persebaya Surabaya, yang justru menang 3-0 (2-0) atas PSMP Mojokerto Putra dalam kompetisi Divisi Utama di Stadion Gelora 10 Nopember, Tambaksari, Surabaya, Kamis (20/1/2011).

Surabaya kini diwakili oleh dua tim, yakni Persebaya yang berlaga di Divisi Utama PSSI dan Persebaya 1927 yang bertarung di Liga Primer Indonesia (LPI). Pekan lalu, Persebaya 1927 ditonton 19.000 penonton yang menyaksikan tim kebanggaan mereka menekuk Bandung FC 2-1 di laga perdana LPI.

Sebaliknya Persebaya yang justru menang besar hanya ditonton sekitar 1.500 penonton. Sejak merumput, Persebaya besutan Suwandi yang berisi mantan pemain Persikubar Kutai Barat ini belum berhasil membuat kandang mereka penuh oleh penonton.

Dalam laga ini pun, Persebaya gagal membuktikan diri layak ditonton. Ibarat makanan, permainan yang diperagakan Kodari Amir dan kawan-kawan tidak menggugah selera. Tiga gol diciptakan lewat sundulan Kodari Amir pada menit ke-8, Cornelis Kaimu menit ke-10, dan Orock Charles menit ke-46.

Di kandang sendiri, Persebaya bermain lambat dan tidak percaya diri. Mereka banyak menahan bola dan ragu-ragu menerobos ke area lawan. “Memang kami banyak menahan bola, mungkin karena pemain berhati-hati,” ujar Asisten Pelatih Persebaya, Bambang Sumantri.

Kemenangan ini tidak terlalu istimewa karena PSMP pun tidak diperkuat lima pemain intinya yang tengah cedera. Pada babak pertama menit ke-35, PSMP berlaga dengan sepuluh pemain setelah wasit Eko Aditya diganjar kartu merah oleh wasit Puji Suprayitno (Jakarta).

Eko menjegal Orock Charles yang berada di bibir gawang dan bersiap menyarangkan bola ke gawang. Keduanya sama-sama terjatuh, bahkan Eko cedera. Eko digantikan kiper Juri Wanto dan penyerang Beny H menggantikan Eko keluar lapangan.

Asisten Pelatih PSMP, Jamal Yastro, mengakui bahwa timnya kalah persiapan dan kemampuan karena tidak tampil dengan materi terbaik. “Pemain kami hanya 20 orang, ketika lima cedera, sulit juga untuk merotasi di setiap laga,” ujarnya.

sumber:http://bola.kompas.com/read/2011/01/…alkan.Penonton
a

Iklan

Komentar ditutup.