>Kenali Garam Tersembunyi dalam Makanan

>

Kesehatan jantung Anda bisa berawal dari makanan yang diasup. Garam termasuk dalam makanan yang harus dibatasi konsumsinya. Tapi Anda juga perlu tahu bahwa garam bukan cuma terdapat dalam makanan yang rasanya asin.
Yang harus diwaspadai dari garam sebenarnya bukan rasa asinnya, tapi kandungan sodium atau natrium. Garam dalam pengertian yang kita kenal sehari-hari terdiri dari sodium 40 persen dan sisanya ion klorida. Supaya tubuh selalu sehat, konsumsi sodium dibatasi 2300 mg atau sekitar 6 gram garam (satu sendok teh).
Menurut Fendy Susanto dari Nutrifood Research Center, sodium atau natrium ini bukan cuma terdapat pada garam tapi juga makanan-makanan olahan lain, termasuk juga saus sambal dan kecap.
Berikut adalah jumlah natrium yang terdapat dalam makanan sehari-hari.
– Sebungkus keripik kentang 270 mg
– Kentang goreng ukuran besar 350 mg
– Seporsi mi ayam 558 mg
– Satu potong sosis 750 mg
– Dada ayam goreng tepung 1080 mg
– Seporsi mi bakso 1518 mg
– Mi instan antara 1100 mg – 2400 mg
– Beef burger 551 mg
– sepotong ikan asin 757 mg
– seporsi sop buntut 979 mg
– 1 sdm saus tomat 167 mg
– sepotong ampela goreng 490 mg
– sepotong donat 269 mg
– 1 sdm saus sambal 255 mg
– 1 sdm kecap manis 698 mg
– 1 sdm kecap asin 914 mg
Untuk melindungi kita dari risiko hipertensi, perbanyak konsumsi sayur dan buah karena kaya akan kalium dan potasium yang bisa menurunkan tekanan darah.
“Biasakan juga untuk membaca label makanan. Saat ini sudah terdapat produk makanan yang rendah natrium atau tanpa tambahan garam (unslated),” kata Fendy.
Makanan yang tergolong rendah natrium memiliki kandungan sodium kurang dari 140 mg. Sementara itu jika dalam kemasan tertulis very low sodium, biasanya kandungan garamnya kurang dari 35 mg. Makanan yang less sodium mengandung sodium 25 persen lebih sedikit daripada produk reguler dan makanan yang bebas garam (salt free) masih mengandung sodium kurang dari 5 mg.
Iklan

Komentar ditutup.