>Tes Genetik untuk Penderita Kanker Prostat bisa Mencegah Pengobatan Berlebihan

>

Para ilmuan membuat kemajuan dalam tes genetik yang diakui sangat penting untuk membantu dalam menentukan ketika pria yang menderita penyakit kanker prostat membutuhkan penyembuhan seketika dan ketika menunggu untuk diobati. Karena, banyak pria yang menderita kanker prostat diobati secara berlebihan. Mereka diharuskan melakukan operasi padahal operasi pada saat itu tidak mendesak dilakukan.   

Tantangan terbesar dalam mendiagnosa kanker prostat baru-baru ini adalah menentukan langkah apa yang harus dilakukan pada mereka dengan kanker stadium rendah atau tumor tidak agresif. Demikian dikatakan Dr Eric Klein, Kepala Klinik di Cleveland dan Kidney Institute. 

 Walaupun, lanjutnya, tumor dengan stadium rendah juga memiliki kemungkinan mematikan. Jadi, saat ini 90 persen pria dengan kanker stadium rendah harus memilih cara pengobatan, apakah dengan operasi atau terapi dengan sinar.   Pengobatan berlebihan saat ini sering terjadi. Padahal, banyak pria yang menderita kanker bisa menunggu dengan berhati-hati. Hal ini berdasarkan fakta jika kanker prostat adalah kanker dengan pertumbuhan lambat dan dalam situasi tertentu tidak mengancam jiwa. Akan tetapi, saat ini, tidak ada tes yang bisa memastikan apakah kanker tersebut agresif atau tidak. Jadi, pengobatan sesegera mungkin sangat disarankan.   

Para Ilmuwan melihat sampai apakah terapi gen bisa digunakan untuk mengkategorikan tumor atau kanker prostat melalui sidik jari genetik. Ini adalah versi dari tes yang ada saat ini, yaitu tes Onco Type DX. Tes ini sudah digunakan untuk menindetifikasi apakah pasien dengan kanker usus akan berulang kembali dan untuk membantu mengarahkan bagaimana mengobati kanker payudara.  

Para Ilmuwan berhasil menemukan kira-kira 300 gen yang dapat memperdiksi secara akurat apakah kanker akan tumbuh kembali setelah operasi. Gen-gen tersebut bisa membantu memberi informasi kepada dokter dan pasien tentang standar penyakit dan kelanjutan penyakit tersebut kedepannya.   

Selain itu, ilmuan juga menemukan jika pria yang memiliki level CCP (Cell Cycle Progression) gen tinggi yang biasa dikenal dengan siklus perkembangan sel, memiliki kesempatan tiga kali lebih rentan menderita kanker prostat fatal jika dibandingkan dengan pria yang memiliki level CCP gen rendah.  

Banyak sel yang dikembangkan dengan tes Prolaris. Tes tersebut berguna untuk menghitung tingkatan CPP pada pasien. Jika uji klinis lanjutan menunjukkan hasil positif yang bisa dilihat lebih lanjut dengan tes ini. Ini bisa digunakan oleh dokter dan pasien dalam setahun.      

Kanker prostat adalah yang banyak diderita saat ini. Tes genetik terbaru ini dapat menolong banyak pria dari rasa sakit dan juga efek samping dan komplikasi. Karena, ini bisa membantu menentukan apakah operasi dibutuhkan atau tidak

Iklan

Komentar ditutup.