>Pekerjaan Pengaruhi Penyebab Kematian

>

TAHUKAH Anda, jenis pekerjaan ternyata berpengaruh terhadap penyebab kematian seseorang. Hal ini merupakan hasil temuan dalam satu studi terbaru.

Sejumlah ilmuwan Inggris mendapati bahwa tukang cat, tukang pasang batu, dan pembuat atap rumah berisiko dua kali lebih besar dari angka rata-rata kematian akibat penyalahgunaan obat. Temuan itu berdasarkan analisis 1,6 juta kematian selama satu dasawarsa.

Studi juga mendapati nelayan komersial, tukang masak dan staf bar berisiko lebih besar untuk menemui kematian akibat alkohol. Bahkan, pembuat pakaian juga penata rambut memiliki risiko sembilan kali lebih besar dari risiko rata-rata kematian akibat HIV/AIDS.

“Studi ini memperlihatkan ada perbedaan utama antara kelompok pekerja di dalam resiko kematian mereka akibat narkotika dan penyakit yang berkaitan dengan alkohol,” kata pemimpin tim peneliti, Dr David Coggon, dari Medical Research Council di Southampton, Inggris.

Coggon menambahkan, studi diterbitkan di jurnal Occupational Medicine itu dapat membuka metode pencegahan baru. “Temuan ini penting sebab semua itu menunjukkan kesempatan baik bagi campurtangan yang tertuju guna mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan,” kata Coggon, dikutip Reuters Life!.

Tim peneliti itu menganalisis kematian, baik laki-laki maupun perempuan berusia 16-74 tahun di Inggris dan Wales selama kurun waktu 1991-2000.

Dari analisa, diketahui bahwa nelayan komersial berisiko tinggi mengamali kematian akibat serangan cirrhosis (liver kronis) dan penyakit lain yang berkaitan dengan alkohol, juga kecelakaan seperti jatuh dari tangga.

Mereka menemukan risiko kematian lebih tinggi dari rata-rata akibat HIV/AIDS di kalangan lelaki tukang jahit dan perancang pakaian dan lelaki penata rambut. Tak hanya itu, peristiwa keracunan obat ternyata tinggi di kalangan pria tukang cat, pembuat dekorasi, tukang pasang batu, tukang plester tembok dan pembuat atap rumah.

“Meskipun kelihatan tidak terlalu jelas, tempat kerja juga menjadi lokasi yang baik untuk menyediakan informasi kesehatan mengenai prilaku seks yang aman, sebagai bagian dari program peningkatan kesehatan,” tukas Dr Olivia Carlton, Presiden Society of Occupational Medicine.

diambil dari:http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/sehat/2010/08/01/509/Pekerjaan-Pengaruhi-Penyebab-Kematian-

>7 Alasan Perlu Minum Air Kelapa

>

Sejak lama, kelapa dikenal sebagai tumbuhan yang kaya manfaat. Nyaris tak ada bagian dari tanaman kelapa yang tidak bermanfaat bagi kehidupan.

Namun tak jarang pula orang yang tidak paham memanfaatkan setiap bagian dari kelapa. Air kelapa misalnya, justru hanya menjadi limbah karena bingung memanfaatkanya. Padahal air kelapa justru sangat berkhasiat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh.

Nah.. agar air kelapa tak terbuang percuma, Anda perlu tahu apa saja khasiat dan kegunaannya. Inilah tujuh alasan kenapa Anda perlu minum air kelapa :

1. Air kelapa ternyata lebih bernutrisi ketimbang susu penuh (whole milk) karena tidak mengandung kolesterol dan rendah lemak.

2. Air kelapa dapat memperbaiki sirkulasi darah dan dikenal mampu membersihkan saluran pencernaan.

3. Air kelapa tidak hanya akan membuat sistem kekebalan tubuh Anda lebih baik, tetapi juga membantu tubuh melawan beberapa jenis virus penyebab penyakit.

4. Jika Anda mengidap penyakit batu ginjal, biasakanlah meminum air kelapa secara rutin. Kebiasaan meminum air kelapa akan mambantu memecah batu ginjal dan memudahkan mereka keluar dari tubuh.

5. Air kelapa juga dikenal sejak dahulu dapat menyembuhkan gangguan saluran kencing. Segelas air kelapa akan meredakan rasa sakit akibat susah kencing.

6. Jika Anda masih merasa pusing karena mabuk, tak ada yang bisa memulihkannya dengan cepat selain mengonsumsi air kelapa.

7. Air kelapa yang rasanya lembut sangat kaya akan elektrolit dan potassium . Potassium dapat membantu tubuh mengatur tekanan darah dan fungsi organ jantung.

Sumber : Times of India

>Ketika Penuaan Mulai Melanda Pria

>

STAMINA menurun seiring bertambahnya usia. Sebagian besar para pria akan mengalami hal ini cepat atau lambat. Observasi tentang usia dan pergerakan yang melambat terkadang membuat kita menjadi kurang produktif dalam bidang fisik ataupun akademis.

Pada masa lewat paruh baya inilah kinerja menurun dan diperlukan usaha lebih untuk mempertahankan kecepatan yang kita miliki layaknya waktu muda dulu. Tak jarang pula terjadi, ketika fisik terlalu banyak bekerja, badan akan terasa sakit dan pegal, mulai sulit berkonsentrasi dan mudah lupa. Kurangnya energi, tenaga dan ketahanan tubuh ketika menua merupakan hal wajar. Termasuk, kurangnya gairah seks dan ereksi tidak tahan lama.

Faktanya, proses penuaan hanya bisa kita hadapi dengan usaha sebisanya, dicegah jika bisa dan ditunda apa yang bisa ditunda. Ilmu medis masa kini pun telah banyak menyampaikan pesan mengenai gaya hidup sehat, gizi dan penggantian hormon yang dapat menunda penuaan dini.

Hormon yang mempengaruhi proses penuaan pada pria dan wanita, seperti hormon gonadal, adrenal, thyroid dan hormon pertumbuhan. Dengan adanya penggantian hormon ini, makan hormon penuaan akan sedikit diproduksi, dan hormon-hormon baru ini lah yang akan membantu perbaikan sel-sel tubuh dan mempertahankan fungsi tubuh.

Meski demikian, praktik penggantian hormon pada pria lanjut usia ini merupakan praktik medis yang cukup pesat pertumbuhannya dan perdebatan mengenai “andropause” kerap terjadi beberapa tahun terakhir.

“Andropause” merupakan kondisi mental, fisik dan seksual pria yang berkaitan dengan tingkat testosteron yang rendah. Tingkat testosteron yang semakin rendah dipercaya akan meningkatkan munculnya gejala-gejala adropause. Meski demikian, penggunaan kata “andropause” dalam hal ini belumlah tepat.

Pertama, tidak benar bahwa andropause merupakan “menopause” pada pria. Gejala andropause terjadi secara rutin. Hal ini terjadi ketika terjadi perubahan dalam tubuh yang mempengaruhi kualitas hidup. Selain itu, tidak bisa disamakan antara efek dari terapi penggantian hormon wanita saat menopause dengan efek penggantian testosteron pada pria.

Kedua, “andropause” sangat jelas berarti bahwa kelenjar sel seks (gonad) sudah tidak lagi diproduksi. Pada “kondisi penuaan” ini, tingkat testosteron semakin menurun, namun tidak nol. Selain ini, menurunnya produksi testosteron seiring bertambahnya usia tidaklah sama pada semua pria, karena tidak semua pria mengalami penurunan produksi testosteron.

Tingkat penurunan pada setiap pria berbeda-beda, dengan gejala yang berbeda-beda pula. Para ahli menyebut istilah tersebut dengan nama SLOH atau symptomatic late-onset hypogonadism, yang artinya gejala defisiensi sistem reproduksi yang mengakibatkan menurunnya fungsi sel seks atau gonad (rahim atau testis).

Setiap pria tahu bahwa kita mengalami penurunan pada saat kita menua. Bisa jadi SLOH. Kira-kira 50% pria mengalami gejala-gejala ini pada usia 55 tahun. Namun hypogonadism pada pria ini kerap tidak dilaporkan dan didiagnosa lebih lanjut.

Sejak dini, yang dapat dilakukan para pria yang mulai merasa stamina adalah dengan mengenali gejala-gejala SLOH. Sehingga pemeriksaan tingkat testosteron pun dapat dilakukan untuk mendapatkan diagnosa pasti. Perawatan yang dilakukan pun dapat dioptimalkan sesuai kebutuhan. Terapi testosteron tentu patut untuk dipertimbangkan agar SLOH tidak menyebabkan kualitas hidup dan stamina menurun
sumber:http://www.gayahidupsehatonline.com/

>Pijat, Atasi Stres Sampai Rasa Sakit

>

Pijat merupakan salah satu cara mendapatkan relaksasi yang dilakukan kebanyakan wanita. Tak hanya untuk memanjakan diri, pijatan punya sejuta manfaat kesehatan. Mulai dari mengatasi stres, meningkatkan kekebalan tubuh, sampai mengurangi rasa sakit.

Pijatan selama 30 menit, bila diterapkan dengan baik, semua manfaatnya akan bekerja untuk Anda. Untuk itu, penjelasan berikut ini dapat Anda jadikan pedoman sebelum datang ke terapis pijat, dikutip dari Shine:

Carilah terapis yang tepat

Pilih terapis pijat bersertifikat. Tapi, bila hanya ingin sekedar relaksasi, Anda bisa saja datang ke spa. Kebanyakan tempat spa juga memberikan layanan pijat yang bermanfaat untuk relaksasi tubuh.

Sedangkan bila Anda ingin meringankan otot leher yang kaku, ada baiknya pilih terapis pijat yang ahli. Seperti halnya di Swedia, di sana ada terapi pijat dasar seperti Shiatsu.

Menjelaskan masalah

Sebelum pijat dimulai, semua bagian tubuh Anda yang sakit dan sensitif kepada terapis pijat. Dengan demikian, dia tahu bagaimana memberikan pijatan yang tepat.

Menurut Leena Guptha, mantan President American Massage Therapy Association, terapi pijat kebanyakan tidak menyakitkan, meskipun ada sedikit tekanan. Terapi ini mungkin akan membuat pasien sedikit tidak nyaman, terutama yang baru pertama kali melakukannya.

Pilih produk pijat yang sesuai

Jika Anda khawatir minyak pijat yang dimiliki para terapis tidak cocok dengan kulit, Anda bisa membawa lotion atau minyak pijat sendiri. Ini perlu dilakukan bagi yang memiliki kulit sensitif, hidung sensitif, atau kondisi seperti eksim atau psoriasis.

Pilihan lain, sebelum pijat minta terapis menunjukkan produknya dan mendiskusikan pilihan yang benar-benar cocok untuk Anda. “Ada puluhan produk pijat tersedia untuk berbagai jenis pijat, dan terapis Anda harus memiliki beragam produk pijat untuk dipilih,” kata Guptha.

Tunda pijat bila sedang flu

“Tunda pijat jika Anda merasa dingin atau migrain datang,” kata Guptha. “Pijat akan merangsang sirkulasi Anda, yang dapat membuat Anda merasa lebih buruk.”

Jika Anda sedikit pengap atau hanya merasa sulit untuk bernafas ketika berbaring tertelungkup, mintalah berbaring menyamping. Seorang terapis berpengalaman dapat melakukan teknik yang paling sesuai dengan keinginan Anda. Atau dia dapat melakukan pijatan hanya di bagian punggung atas, leher, dan bahu dalam posisi duduk.

Pijat saat menstruasi, tidak masalah

Tidak ada alasan medis untuk menghindari pijat selama masa haid. Guptha mengatakan pijat bahkan dapat meredakan gejala PMS seperti kram dan sakit punggung. Namun jika Anda khawatir akan terjadi pendarahan berat, sebaiknya tunggu dulu sampai beberapa hari.

sumber: VIVAnews

>Menaklukkan Penyakit Jantung Koroner

>

Sekitar lima tahun lalu, serangan jantung menyerang Uu Rukmana, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Jawa Barat. Ini terjadi tiba-tiba saat ia menghadiri acara galang dana untuk korban tsunami Aceh di Pendopo Kota Bandung pada malam hari.

“Sebelumnya, tidak ada keluhan apa-apa, saya merasa benar-benar sehat,” ungkapnya dalam peluncuran buku “Menaklukkan Pembunuh No. 1” di Hotel Savoy Homann, Bandung, Sabtu (16/10). Pembuluh jantung lelaki yang dahulu pecandu kopi dan rokok itu ternyata mengalami penyumbatan.

Kasus hampir mirip dengan Uu. Kendati belum sampai mengalami serangan jantung, Direktur Teknik Televisi Republik Indonesia (TVRI), Satya Sudhana, pun tak menduga kalau pembuluh jantungnya tersumbat. Namun, lantaran gelagat tak beres mulai terdeteksi ketika cek kesehatan, Satya melanjutkan tes dan konsultasi. Hasilnya, ternyata tinggal sepuluh persen pembuluh jantungnya yang masih bisa dialiri darah.

“Penyakit Jantung Koroner (PJK) itu seperti pembunuh diam-diam,” kata Satya. Bicara soal gaya hidupnya, ditambah sadar tubuhnya memiliki masalah dengan kolesterol, ia mengaku tergolong orang yang menjaga makanan –bisa dikatakan nyaris vegetarian. Selain itu, dirinya gemar berolahraga tenis, renang, dan jogging, serta tak punya kebiasaan merokok.

“Sebetulnya PJK itu mampu ditaklukan. Mampu asal punya sikap tepat (baik bagi yang belum atau yang pernah kena serangan jantung), 80 persen ini bisa dicegah dan diatasi,” ujar penulis buku “Menaklukkan Pembunuh No. 1”, Dr Achmad Fauzi Yahya, Sp. J. P. (K), FIHA.

Solusi baik untuk menaklukkan PJK, lanjut Fauzi, intinya, “Lebih baik untuk menjadi intelijen dalam diri sendiri sebelum terjadi kekacauan.”

Hal tersebut bisa dilakukan dengan melihat faktor-faktor risiko kardiovaskular. Di antaranya usia lanjut, jenis kelamin laki-laki, faktor keturunan, hiperkolesterol (kadar kolesterol tinggi), tekanan darah tinggi, kencing manis, dan kebiasaan merokok.

Semakin banyak seseorang memiliki faktor risiko kardiovaskular, semakin besar kemungkinan dirinya terkena penyakit jantung koroner. Untuk laki-laki, risiko penyakit jantung mulai perlu diwaspadai pada usia 45 tahun, sedangkan untuk perempuan pada umur 55 tahun.

Ada lebih dari 250 gen yang telah diketahui dapat memengaruhi penyempitan pembuluh jantung. Untuk mewaspadai apakah dalam diri terdapat gen-gen perusak jantung itu bisa ditengok dengan melihat riwayat keluarga. Misal, jika ayah atau saudara laki-laki berusia di bawah 55 tahun dan ibu atau saudara perempuan berusia di bawah 65 tahun meninggal mendadak, maka perlu waspada.

Penelitian di University of Utah mengidentifikasi lebih dari 300 varian gen yang memengaruhi reseptor LDL (Low Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat. Ternyata satu dari 500 orang diprediksi memunyai varian gen yang memproduksi reseptor berkualitas buruk. Ini bisa membuat kadar LDL melonjak. Orang yang memiliki ayah dan ibu dengan gen cacat tersebut berisiko mengalami serangan jantung di usia muda.

Ada tiga nilai LDL berdasarkan risiko yang dimiliki seseorang. Golongan berisiko tinggi merupakan mereka yang pernah menderita PJK atau disetarakan dengan penderita PJK seperti pengidap diabetes mellitus atau stroke. Golongan ini punya risiko mengalami kemungkinan PJK 20% dalam sepuluh tahun ke depan.

Golongan berisiko sedang yakni mereka yang punya dua atau lebih faktor risiko. Risiko PJK dalam rentang waktu sepuluh tahun ke depan 10-20 persen. Untuk golongan berisiko rendah yaitu mereka yang sehat dan hampir tak punya faktor risiko, diperkirakan hanya punya risiko 10 persen.

Meminimalisasi faktor risiko PJK supaya tidak terpicu, gaya hidup perlu diperhatikan. Sebaiknya, jaga tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah pada nilai ideal, hindari merokok, berolahraga teratur, serta mengatur pola makan. Gaya hidup dan pola makan dapat memodifikasi efek genetik.

Sebab keluhan penderita PJK, intinya muncul rasa sakit bukan pada bagian otot atau tulang dada, melainkan tersembunyi di dalam pembuluh koroner jantung yang menyempit atau tersumbat. Rasanya seperti ditindih beban berat di dada bagian tengah selama 5-20 menit. Ini dapat menjalar ke lengan kiri atau kanan, bahkan rahang dan punggung. Kadang-kadang leher terasa bak dicekik.

Pertanda bakal terkena serangan jantung bisa dilihat dengan rasa sakit di dada yang muncul mendadak disertai keringat dingin. Lebih dari 20 menit kondisi masih seperti ini, padahal tubuh sudah diistirahatkan, maka perlu waspada.

Sebagian penderita PJK ada pula yang tak merasakan keluhan klasik seperti itu. Ada di antaranya yang mengeluh tidak nyaman di ulu hati dengan dugaan sakit maag, sesak napas, asma, lemas, bahkan pingsan. Penyakit ini memang “tidak berwajah tunggal”. Oleh karena itu, bagi yang kurang beruntung, mungkin langsung meregang nyawa ketika mengalami gejala klinis PJK pertama kali.

Bagi yang pernah terkena serangan jantung, menurut Fauzi, sebenarnya perlakuan yang diberikan itu berbeda-beda untuk setiap orang. Karena individu memunyai ‘kekhasan’, maka soal penanganan, ada yang cukup dengan obat saja atau perlu tindakan.

Yang tak kalah penting, spiritual pasien juga ikut memainkan peranan dalam penyembuhan atau pemulihan. Saat mengetahui vonis memiliki PJK, jangan patah arang atau ketakutan bahwa hidup tinggal menghitung hari atau bulan. Lebih baik menggunakan cara pandang positif dalam menghadapi penyakit ini.

“Jadikan dalam diri kalau terkena penyakit itu merupakan saat di mana kita mensyukuri betapa pentingnya kesehatan sehingga semangat sembuh. Semangat itu penting,” tutur ahli intervensi jantung dan pembuluh darah dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dan RSUP Hasan Sadikin itu.

Sudah tersedia teknologi untuk menyelamatkan pasien PJK seperti prosedur balonisasi, pemasangan stent atau cincin dalam pembuluh koroner, dan intervensi koroner perkutan. Namun, cara terbaik tentu saja mengantisipasi gaya hidup agar PJK tak terjadi.

Kalau melihat data, PJK dan stroke yang termasuk penyakit kardiovaskular merupakan penyebab 17,5 juta kematian di dunia pada 2002. Sekitar 80 persen dari angka itu menimpa negara-negara berkembang dan miskin. Diperkirakan pada 2020, angka kematian akibat penyakit ini akan menyentuh pada kisaran 20 juta orang per tahun.

GILANG MUSTIKA RAMDANI

Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner
Faktor Risiko Utama:
– Dislipidemia (kelainan lemak darah)
– Hipertensi (tekanan darah tinggi)
– Diabetes mellitus (kencing manis)
– Kebiasaan merokok

Faktor Risiko Tambahan:
– Kurang aktivitas fisik
– Stress
– Hiperuricemia (kadar asam urat di atas normal)
– Kadar trigliserida di atas normal

Nilai LDL Berdasarkan Risiko yang Dimiliki:
– Kelompok Risiko Tinggi, target kolesterol LDL <100 mg/dl dan <70 mg/dl untuk penderita diabetes mellitus yang pernah mengalami PJK
– Kelompok Faktor Risiko Multiple, target kolesterol LDL <130 mg/dl
– Kelompok Faktor Risiko Rendah, target kolesterol LDL <160 mg/dl

Kadar Lemak Darah yang Dianjurkan:
– Kolesterol total <200 mg/dl
– LDL kolesterol <100 mg/dl
– HDL kolesterol >60 mg/dl
– Trigliserida <150 mg/dl

Obat Pengontrol Lemak Darah:
– Statin dan ezetimibe untuk menurunkan LDL. Statin bekerja menekan pembentukan kolesterol oleh hati.
– Fibrat menurunkan trigliserida
– Niasin menaikkan kolesterol baik, HDL (High Density Lipoprotein)
diambil dari:http://tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2010/10/18/brk,20101018-285364,id.html

>Tekor Sepulang Mudik? Atasi dengan Perencanaan Keuangan Berikut Ini

>

Sudah menjadi tradisi, banyak Muslimin yang melakukan mudik ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran. Biasanya, mudik lebaran membutuhkan biaya yang tidak sedikit, karena banyak hal yang harus dipenuhi dari mulai transportasi sampai pada hal kecil sekali pun. Itu kadang kala membuat anggaran mudik menjadi tidak terkontrol dan uang di rekening nyaris hampir habis.

Menurut Mike Rini Sutikno, Konsultan perencanaan keuangan dan penulis buku Smart Money Games-35 Tip Menjadi Keluarga Sejahtera, hal itu tidak perlu terjadi. “Jangan sampai menjadi pemudik yang ketika pergi bagaikan raja dan pulang dengan nestapa,” ungkapnya.

Mike menuturkan, para pemudik harus memiliki kesadaran tinggi bahwa setelah mudik ada kehidupan lagi yang membutuhkan biaya tak kalah besar.

Untuk itu, Mike memberikan tips agar pemudik tidak kebablasan menggunakan anggaran baik dari Tunjangan Hari Raya (THR) atau gaji bulanan karena banyak hal yang tidak terduga.

“Kita harus memiliki dapur mudik,” ungkap Mike. Dapur tersebut, terangnya, untuk mengetahui seberapa besar dana yang dibutuhkan supaya bisa disesuaikan dengan dana yang tersedia.

Pertama, dapur anggaran transportasi pulang balik; anggaran ini bergantung pada alat transportasi apa yang dipilih, misalnya menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Selain itu, tak hanya perjalanan mudik kebutuhan transportasi saja yang harus diperhatikan tetapi transportasi selama di kampung juga harus diperhatikan.

Kedua, anggaran konsumsi untuk keperluan makan selama mudik. Kalau kita menggunakan kendaraan pribadi biasanya membutuhkan lebih banyak anggaran konsumsi dibandingkan menggunakan fasilitas umum. Karena biasanya konsumsi ditanggung oleh kendaraan umum. Meski begitu, ungkap Mike, anggaran untuk konsumsi harus diminimalisasi.

Ketiga, anggaran rekreasi, kalau waktu mudik sekaligus digunakan juga untuk rekreasi, anggarkanlah biaya khusus untuk rekreasi. Hati-hati anggaran rekreasi ini mudah sekali membengkak, sebab ketika bersenang-senang orang cenderung boros. Perhitungkan juga kemungkinan tidak akan cuma mengajak keluarga jalan-jalan, orang tua atau saudara lain mungkin juga ikut.

Keempat, anggaran penginapan. Buat sebagian orang mudik tidak afdol jika tidak sekalian menginap di rumah orang tua atau saudara dekat di sana . Namun jika kondisi tidak memungkinkan karena tidak tersedianya kamar untuk menginap, maka hotel, losmen atau tempat penginapan lain bisa dipilih. Dengan demikian anggaran penginapan perlu juga diperhatikan.

Kelima, biaya tak terduga, sediakan minimal 10 persen dari total anggaran mudik untuk berjaga-jaga. Hal ini penting karena sering kali ketika mudik akan banyak mengeluarkan uang untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang tidak di duga sebelumnya.
diambil dari:http://www.republika.co.id/berita/ramadhan/info-mudik/10/08/13/129979-tekor-sepulang-mudik-atasi-dengan-perencanaan-keuangan-berikut-ini

>Nipagin pada Mi Instan Berbahaya?

>

SIFATNYA yang praktis, mudah didapat dengan harga sangat terjangkau membuat mi instan banyak disukai orang. Tak heran jika mencuatnya polemik bahaya zat pengawet pada mi instan baru-baru ini membuat penyuka makanan yang satu ini ketar-ketir.

Berawal dari dipersoalkannya zat pengawet nipagin dalam kecap yang ada di mi instan oleh Taiwan. Hingga berujung pada penarikan Indomie dari sejumlah supermarket di negara itu. Publik pun kemudian bertanya-tanya, berapa kandungan nipagin dalam mi instan dan bagaimana aturan konsumsinya?

Badan standar pangan yang didirikan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Badan Kesehatan Dunia (WHO), Codex Alimentarius Commission (CAC), sebenarnya memperbolehkan pemakaian zat ini dalam batas tertentu. Aturan penggunaan nipagin atau methyl p-hidroxybenzoate dalam Codex untuk saus dan produk sejenis yakni maksimum 1.000 mg/kg.

Sedangkan di Indonesia, mengambil batas jauh lebih rendah dari aturan Codex, yaitu 250 mg/kg. Jadi dalam mie instan, jika kecapnya 4 gram/sachet, berarti kandungan nipagin adalah 1 mg/sachet.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun telah menyatakan bahwa Indonesia berpatokan pada CAC dan mengizinkan penggunaan nipagin dalam batas tertentu. Berdasarkan hasil uji sampel kecap pada mi instan yang mengandung nipagin dalam lima tahun terakhir, BPOM menilai penggunaan nipagin pada mi instan di Indonesia saat ini dalam batas aman.

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kustantinah belum lama ini menyatakan, nipagin dalam kecap mi instan aman dikonsumsi. Dengan catatan, konsumsinya tidak berlebihan.

Batasan konsumsi

Nipagin atau methyl p-hydroxybenzoate merupakan zat tambahan untuk mencegah jamur dan ragi, sebagaimana dinyatakan Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA). Selain untuk makanan, Nipagin banyak digunakan untuk kosmetik dan obat.

Nipagin nama lainnya methylparaben dengan rumus kimia CH3(C6H4(OH)COO). Methylparaben merupakan jenis paraben yang dapat dihasilkan secara alami pada sejumlah buah-buahan, terutama blueberry. Perlu digarisbawahi, belum ada bukti yang menyebutkan methylparaben berdampak merugikan bagi kesehatan pada konsentrasi tertentu dalam penggunaan perawatan tubuh atau kosmetik.

Methylparaben tidak berbahaya asal tidak dikonsumsi secara berlebihan. Asupan aman bagi tubuh per hari untuk zat ini adalah 10 mg/kg berat badan per hari. Contohnya, jika berat kita 55 kg maka asupan yang bisa diterima tubuh adalah 10 x 55 = 550 per hari.

Aturan batas penggunaan nipagin di setiap negara tidak sama. Berbeda dengan Indonesia yang menetapkan batas maksimal 250 mg/kg, Hongkong menetapkan 550 mg/kg. Amerika Serikat, Kanada, dan Singapura, menetapkan kadar maksimum nipagin 1.000 mg/kg.

diambil dari:http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/sehat/2010/10/15/526/Nipagin-pada-Mi-Instan-Berbahaya